“Tim penyelidik menetapkan bahwa IDF gagal dalam misinya melindungi penduduk Kibbutz Be'eri,” bunyi laporan tersebut, dikutip BBC.
Temuan lain termasuk bahwa IDF berjuang untuk menciptakan penilaian situasional yang jelas dan akurat mengenai apa yang terjadi di kibbutz hingga sore hari terjadinya serangan, yang dimulai saat fajar.
“Terjadi kurangnya komando dan kendali, kurangnya koordinasi, dan kurangnya ketertiban di antara berbagai kekuatan dan unit,” lanjutnya.
Laporan tersebut juga fokus pada perintah yang diberikan kepada sebuah tank untuk menembaki sebuah rumah yang menampung 13 sandera.
Tidak ada kesalahan pribadi yang ditimpakan kepada Brigadir Jenderal Barak Hiram, komandan Divisi Infanteri ke-99 yang diketahui bertindak profesional bersama perwira senior lainnya dalam keadaan yang kompleks dan sulit.
“Penembakan tank ke arah area dekat rumah dilakukan secara profesional, dengan keputusan bersama yang dibuat oleh komandan semua organisasi keamanan setelah pertimbangan cermat dan penilaian situasi dilakukan, dengan maksud untuk memberikan tekanan kepada teroris. dan menyelamatkan warga sipil yang disandera di dalam,” ungkap laporan tersebut.
(Susi Susanti)