Dengan demikian, Indonesia lanjutnya diharapkan juga ikut proaktif dalam rekonsiliasi kedua faksi politik terbesar di Palestina itu.
"Indonesia menurut saya perlu juga proaktif melalui berbagai cara, apakah aktornya state atau mungkin non-state actors seperti Muhammadiyah, NGO, MUI, dan sebagainya untuk memperdekatkan itu,"katanya.
"Jadi kita waktunya kita (Indonesia) harus mendengar secara langsung situasi terakhir sekarang ini. Penting sekali untuk forum yang mempertemukan dua faksi atau mungkin juga dengan faksi-faksi lainnya,"tuturnya.
(Salman Mardira)