JAKARTA - Pasukan sekutu datang ke Jakarta memaksa pemerintah Republik Indonesia yang baru berdiri untuk bersikap kooperatif. Pada 19 November 1945, pemerintah menyetujui kesepakatan yang mengharuskan tentara republik meninggalkan Jakarta.
Kendati kantor penghubung masih tetap beroperasi di Jalan Cilacap Nomor 5, Jakarta Pusat. Kala itu, Jakarta dijadikan pusat diplomasi, sementara elemen tentara republik, yakni Tentara Keamanan Rakyat (TKR) Resimen V Jakarta Raya harus pindah meskipun masih bertanggung jawab atas wilayah teritorial yang mencakup Jakarta dan sekitarnya.
Letkol Moeffreni Moe’min, Komandan Resimen V memilih Cikampek sebagai markas baru mereka. Meski secara resmi meninggalkan Jakarta dengan garis demarkasi yang disepakati berada di Kali Cakung, Letkol Moeffreni tetap bertanggung jawab atas wilayah Jakarta, Bekasi, Karawang, hingga Cikampek.
Beberapa elemen militer tetap beroperasi di sana. Anggota pasukan beroperasi dengan berpakaian "preman" sebagai intelijen. Meski Moeffreni mematuhi kesepakatan antara sekutu dan pemerintah untuk meninggalkan Jakarta, dia tetap menugaskan satu kompi anggotanya sebagai intelijen.
“Pasukan (intel) ini bukan berupa kesatuan bersenjata yang komplet, melainkan di samping hanya bersenjata pistol genggam, juga sebagai intern force,” terang Letkol Moeffreni dalam buku ‘Jakarta-Karawang-Bekasi dalam Gejolak Revolusi: Perjuangan Moeffreni Moe’min’.
Satu kompi pasukan intelijen dipimpin komandan lapangan Kapten Supangat. Keberadaan mereka dirahasiakan dari berbagai pihak, termasuk kepolisian. Hanya Wali Kota Jakarta saat itu, Soewirjo, yang diberitahu mengenai keberadaan mereka.
Pasukan intel ini dibagi menjadi enam sektor dalam operasinya. Sektor I/Tanah Abang dipimpin Mahboeb dengan markas di Jalan Tanah Rendah 14. Sektor II/Kampung Bali dipimpin M Nawawi dan berpusat di Jalan Kebon Sirih.
Sektor III/Petojo dipimpin Saleh Soeroto dengan markas di Jalan Kamboja. Sektor IV/Kebon Sirih di bawah pimpinan Drahman berpusat di Jalan Kebon Sirih Nomor 65 (sekarang Wisma Penta). Sektor V/Sawah Besar dipimpin Moestafa Doellah, dan Sektor VI/Tanjung Priok dipimpin Sanjoto.