Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Intel Disebar di Jakarta, dari Kebon Sirih hingga Priok

Arief Setyadi , Jurnalis-Jum'at, 19 Juli 2024 |06:05 WIB
Kisah Intel Disebar di Jakarta, dari Kebon Sirih hingga Priok
Ilustrasi TKR Resimen V Cikampek (Foto: Repro Buku: Jakarta-Karawang-Bekasi dalam Gejolak Revolusi)
A
A
A

Tugas utama mereka adalah melindungi warga Jakarta dari aksi NICA (Nederlandsch-Indische Civiele Administratie) yang bekerja sama dengan sekutu, serta memantau aktivitas NICA dengan berbagai operasi berbeda.

Beberapa di antaranya menyusup ke berbagai instansi dan stasiun radio, menjadi mata-mata di kampung-kampung, serta mengumpulkan dan mengirim senjata serta perlengkapan medis yang ditemukan atau dirampas untuk dibawa ke Cikampek.

Rumah Aboe Thajeb sering digunakan sebagai gudang sementara sebelum barang-barang tersebut dikirim dengan kereta api (KA) dari Stasiun Jakarta Kota atau Stasiun Manggarai. Kedua stasiun tersebut dioperasikan oleh para pemuda yang telah bersumpah setia kepada republik. Kadang-kadang, jasa Palang Merah Indonesia (PMI) juga dimanfaatkan.

Kartini, salah satu anggota PMI, sering membantu pasukan intel dengan membawa suplai senjata menggunakan mobil PMI.

“Karena (Kartini) lincah berbahasa Inggris, maka saat diperiksa di perbatasan, dia katakan tentara sekutu tidak berhak memeriksa mobil PMI yang berisi obat-obatan. Sesampainya di Cikampek, dia (Kartini) pasti bercerita tentang kesulitannya itu,” kenang Moeffreni.

Markas masing-masing sektor tidak permanen dan selalu berpindah-pindah untuk menjaga kerahasiaan. Dalam operasinya, tentu tidak semuanya berjalan lancar. Tidak jarang ada anggota intel yang tertangkap Belanda, hingga akhirnya disiksa dan ditawan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement