JAKARTA - Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Rima Agristina, mengungkapkan pentingnya mengetahui ideologi-ideologi di dunia. Mulai dari liberalisme, komunisme, sosialisme, nasionalisme, fasisme, kapitalisme dan Pancasila.
Hal tersebut disampaikan Rima saat memberikan kuliah umum kepada 100 orang peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXVII Tahun 2024 Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) di Ruang Bhinneka Tunggal Ika Lemhannas RI. Materi yang diangkat Rima bertajuk "Ideologi Global dan Pengaruhnya terhadap Kehidupan Berbangsa dan Bernegara".
Rima menuturkan, para pendiri bangsa melihat Indonesia dengan keberagaman suku, agama, ras, dan etnisnya telah melahirkan Pancasila sebagai ideologi yang teruji. Sebab, Pancasila lahir dari kesepakatan bersama antarkelompok yang beragam.
“Keberhasilan dari para pendiri bangsa adalah menemukan perekat yaitu nilai-nilai luhur bersama yang diterima dalam keberagaman Bangsa Indonesia dari sisi suku, agama ras, dan kepentingan bersama,” ujar Rima dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (2/8/2024).
Visi negara Indonesia yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945, dijelaskan Rima, yakni melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum. Selain itu, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
Rima menjelaskan kepada peserta PPRA LXVII, bahwa dasar didirikannya Indonesia merdeka sebagai philosofische grondslag atau fundamen filsafat serta arti kemerdekaan, yaitu jembatan emas. Ia juga berbagai pandangan atau ideologi lain dan pengaruhnya terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara menukil pidato Sukarno pada 1 Juni 1945 di sidang BPUPK.
“Di seberang jembatan emas itu kita akan membangun Indonesia Raya, itulah mengapa visi Indonesia tidak sampai pada kata merdeka, tapi merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur,” ujarnya.