Pada Senin malam di Birmingham, keributan terjadi setelah ratusan orang berkumpul di wilayah Bordesley Green menyusul laporan palsu tentang rencana demonstrasi sayap kanan di sana. Kepolisian West Midlands sedang menyelidiki sejumlah insiden kriminal yang terjadi selama kerusuhan ini.
Di Plymouth, polisi melaporkan adanya peningkatan kekerasan terhadap petugas, dengan beberapa penangkapan dilakukan karena pelanggaran ketertiban umum dan penyerangan.
Kementerian Luar Negeri Indonesia mencatat ribuan WNI berada di Inggris, termasuk di kota-kota yang terdampak kerusuhan. Masyarakat Indonesia diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari kerumunan serta lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi tempat demonstrasi.
Beberapa orang yang terlibat dalam kerusuhan telah didakwa dan dihadapkan ke pengadilan. Di antaranya adalah Leanne Hodgson dan Josh Kellett yang mengaku bersalah atas kekacauan di Sunderland.
Pemerintah Inggris berencana menyiapkan "pasukan tetap" untuk mengatasi kerusuhan lebih lanjut. Perdana Menteri Keir Starmer juga menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mentolerir kekerasan terhadap komunitas Muslim dan akan bekerja sama dengan perusahaan media sosial untuk menangani misinformasi yang tersebar.
Pada Senin, sepekan setelah insiden penikaman di Southport, masyarakat berkumpul untuk memperingati kematian tiga anak perempuan yang menjadi korban. Chris Rimmer, seorang anggota keluarga korban, mengecam kerusuhan tersebut dan mengajak para perusuh untuk menghentikan tindakan mereka.
Itulah fakta-fakta kerusuhan besar di Inggris yang sedang terjadi dibeberapa pekan ini.
(Maruf El Rumi)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.