TOKYO - Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengatakan tidak ada tanda-tanda kerusakan besar usai gempa bumi berkekuatan 7,1 SR mengguncang Jepang bagian barat daya pada Kamis (7/8/2024). Gempa ini memicu peringatan tsunami.
Kepala Sekretaris Kabinet Yoshimasa Hayashi mengatakan kepada wartawan, tidak ada laporan tentang kelainan pada pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) setelah gempa tersebut.
Hayashi mengatakan pemerintah belum mendengar adanya kerusakan pada infrastruktur utama seperti pasokan listrik dan air. Gempa terjadi sekitar pukul 4:43 sore (0743 GMT) di lepas pantai prefektur Miyazaki di pulau utama barat Kyushu.
Beberapa peringatan tsunami, yang awalnya dikeluarkan untuk pantai Pasifik di pulau-pulau utama barat Kyushu dan Shikoku, telah dicabut, kecuali untuk Miyazaki.
Hayashi mengatakan panel JMA, yang dibentuk setelah gempa, meyakini bahwa kini ada peluang yang relatif lebih tinggi terjadinya gempa bumi besar lainnya di dekat pantai Pasifik Jepang bagian barat.