RUSIA - Perusahaan intelijen Amerika Serikat (AS) Stratfor dalam laporan terbaru mengatakan sistem pertahanan rudal S-400 Rusia adalah yang terbaik secara menyeluruh. Namun sistem ini sangat terbatas jika beroperasi sendiri.
Dikutip dari The Moscow Times, Rusia mulai mengirimkan sistem pertahanan udara S-400 ke Turki pada minggu lalu. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebutnya sebagai sistem pertahanan terkuat terhadap mereka yang ingin menyerang negara kita."Amerika Serikat menentang pembelian sistem pertahanan Rusia oleh sekutu NATO-nya dan dilaporkan tengah mempersiapkan sanksi terhadap Turki minggu ini.
Dalam laporannya yang diterbitkan hari Jumat (12/07/2019), Stratfor mengatakan Turki berupaya mengisi kesenjangan kemampuan kritis untuk pertahanan rudal anti-balistik dengan pembelian S-400. Penilaian perusahaan intelijen tersebut menempatkan penggunaan S-400 oleh Turki di atas sistem usang di Suriah, tetapi di bawah sistem terintegrasi yang digunakan di Rusia dan China.
Terdapat beberapa kelebihan dari S-400 ini, salah satunya adalah S-400 dilengkapi sensor canggih, jangkauan yang luas, dan kemampuan untuk menyerang target yang mencakup pesawat terbang, dan, pada tingkat yang lebih rendah, rudal jelajah dan balistik. Kemampuan penargetan yang fleksibel memungkinkan S-400 untuk bertahan terhadap berbagai ancaman dan serangan.
Selain itu, kemampuan anti-siluman memberi S-400 potensi untuk menjatuhkan pesawat tempur musuh yang paling canggih. Jangkauannya yang jauh memungkinkan sistem untuk menargetkan tanker pengisian bahan bakar dan AWACS, atau pesawat peringatan dini dan kontrol udara. S-400 Rusia bisa dibilang salah satu sistem SAM strategis serba bisa terbaik yang beroperasi saat ini.
Terlepas dari kelebihan yang dimiliki S-400 terdapat beberapa kekurangan dari sistem tersebut, salah satunya adalah jika batalion S-400 bertindak sendiri-sendiri atau tidak didukung oleh pertahanan udara modern lainnya, kemungkinan besar mereka tidak memiliki cukup rudal untuk menahan serangan gencar.