Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Burung Jadi Penunjuk, Ini Kronologi Siswi SMK Naomi Daviola Hilang di Gunung Slamet Hingga Ditemukan Selamat

Fahmi Firdaus , Jurnalis-Kamis, 10 Oktober 2024 |17:14 WIB
Burung Jadi Penunjuk, Ini Kronologi Siswi SMK Naomi Daviola Hilang di Gunung Slamet Hingga Ditemukan Selamat
Kronologi Siswi SMK Naomi Daviola Hilang di Gunung Slamet/ist
A
A
A

JAKARTA - Kronologi siswi SMK Naomi Daviola yang hilang di Gunung Slamet hingga ditemukan selamat, akan diulas lengkap dalam artikel ini.

Wanita yang akrab disapa Vio ini ditemukan dalam kondisi lemas setelah tim SAR gabungan mencarinya selama 2 hari 2 malam di gunung yang memiliki ketinggian 3.432 mdpl. Dia ditemukan tim pencari di Pos 7 Gunung Slamet pada Selasa (8/10) sore.

Awal mulanya, Vio ikut open trip bersama 40 pendaki tektok ke Gunung Slamet dari posko pendakian Bambangan, Purbalingga pada Sabtu (5/10/2024) malam.

Sekadar diketahui, pendakian tektok adalah sebutan untuk pendaki gunung yang melakukan pendakian dalam satu hari, pulang-pergi atau sekali jalan tanpa menginap.

Vio mengaku dua kali bertemu burung yang menurutnya seolah menunjukkan arah. Tapi burung itu lewat jalan yang jelek, sehingga pendaki asal Kota Semarang itu mengalami luka-luka saat mengikutinya. Begini ceritanya.

Dia tergabung di kelompok 3 yang terdiri dari 7 orang. Tapi tiga orang di antaranya turun duluan. Sementara Vio bersama dua laki-laki dan satu perempuan lainnya baru naik ke puncak saat ketiga orang itu sudah turun.

"Kita naik berempat, terus turun kita berempat, kita gandengan. Mas-mas rambut pirang duluan, saya mau nyusul, saya kira saya bisa nyusul tapi ternyata nggak. Saya capek, saya istirahat dulu," kata Vio kepada awak media, dikutip, Kamis (10/10/2024).

"Saya nengok ke belakang masih ada orang. Tapi nengok lagi yang ketiga (kali) itu sudah nggak ada. Depan awalnya ada orang itu juga nggak ada. Cerita mereka juga sama, mereka nengok ke saya yang ketiga kali itu sudah tidak ada," lanjut dia.

Vio pun mulai panik dan berteriak minta tolong. Namun tak seorang pun yang dia temui di tengah hutan gunung tertinggi di Jawa Tengah tersebut.

"Kemarin ada yang bilang saya ambil jalur kanan, padahal nggak, saya ambil jalur tengah. Bingung harus ke mana, lewat mana, benar-benar sendiri di sana," ucapnya.

Selanjutnya, dia mencari jalan keluar dengan menyusuri lebatnya hutan sampai bawah. Di tengah perjalanan, kondisi cuaca sudah mulai memburuk, dan hujan pun mulai turun. Vio lalu memutuskan duduk dan beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement