Tugasnya menyarankan Nasution menyesuaikan diri dengan jalur yang sudah digariskan Presiden Soekarno. “Jangan sampai ada pembangkangan”.
Pada dasarnya Yani dan Nasution sama-sama anti PKI. Yani meski berpihak kepada Bung Karno, tetap tidak menyukai PKI terlalu akrab dengan Bung Karno.
Sementara Mayjen Soeharto yang mendapat tugas sebagai juru damai, lebih condong kepada Nasution. Konflik Yani dan Nasution realitasnya sulit didamaikan.
Pada pertemuan penting awal tahun 1965 yang dihadiri 12 Jenderal AD di Mabes AD, Yani dan Nasution juga sama-sama tidak hadir.
Pada April 1965 dalam pertemuan yang lebih besar yang dihadiri 200 perwira AD, lagi-lagi keduanya juga enggan hadir hingga meletus Peristiwa G30S PKI pada 30 September 1965.
(Awaludin)