JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan sebanyak 298 kali gempa mengguncang Kolaka, Sulawesi Tenggara per 24 Januari hingga 2 Februari 2025. Sebelumnya, gempa utama dengan kekuatan M4,9 yang terjadi pada tanggal 24 Januari 2025.
“Jumlah gempa bumi 298 kali per 24 Januari hingga 2 Februari 2025 pukul 09.00 WITA. Jumlah gempa yang dirasakan sebanyak 36 kali dengan magnitudo terkecil 1,2 dan magnitudo terbesar 5,1,” tulis BMKG dalam keterangannya, Minggu (2/2/2025).
Sementara itu, Kepala Stasiun Geofisika Kendari, Rudin melaporkan pagi ini gempa juga masih mengguncang Kolaka dengan kekuatan M3,0 pada pukul 04:19:09 WITA. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 4.07 LS, 121.82 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 6.3 km, Tenggara Lalolae, Kab. Kolaka Timur Provinsi Sulawesi Tenggara, pada kedalaman 5 km.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas Sesar Aktif zona Sesar Kolaka di Tenggara Lalolae, Kab. Kolaka Timur,” ungkap Rudin.
Rudin melaporkan guncangan gempabumi ini dilaporkan dirasakan di Kolaka Timur II-III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu). Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami.
Dia pun mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.
“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah,” imbaunya.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.