JAKARTA - Enam wartawan gadungan ditangkap usai memeras pria berinisial SA (42) hingga puluhan juta rupiah. Pemerasan itu terjadi usai korban keluar dari sebuah hotel bersama rekan wanitanya, yang dikira para pelaku seorang jaksa.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi menyebutkan para pelaku berinisial MS (40), FFH (63), DP (57), HPS (52), MN (52), dan JP (43).
Ia menjelaskan, untuk pelaku MS, FFH dan DP berperan mulai dari mengintai korban wanita, menyediakan kendaraan hingga negosiasi.
“(Pelaku) HPS, MN dan JP berperan mulai melakukan negosiasi, membuntuti dan menyiapkan rekening untuk menampung uang hasil kejahatannya,” kata Ade Ary, Rabu (12/2/2025).
Ade Ary menjelaskan, para pelaku tersebut mengira korbannya adalah seorang jaksa. Aksi pemerasan itu terjadi setelah pelaku melihat korban keluar dari salah satu hotel di kawasan Jakarta Pusat bersama rekan wanitanya.
“Salah satu laki-laki (pelaku) tersebut berkata “Kami sudah mengantongi identitas abang, abang kan jaksa’, dan korban jawab ‘Bukan’ dan dijawab laki-laki tersebut ‘jangan bohonglah sama kami’,” ujar dia.
Setelah percakapan itu, para pelaku meminta uang sejumlah Rp30 juta sebagai bentuk tutup mulut. Akan tetapi, pada saat itu, korban menyebutkan dirinya hanya memiliki uang Rp10 juta.
“Selanjutnya para pelaku meminta uang dengan mengatakan “kami 30 media hari ini biasanya per media Rp30 juta’ dan korban jawab kembali “korban tidak ada, namun kalau mau Rp3 juta,” ucapnya.
Namun, para pelaku terus memeras korban hingga mengancam korban dengan akan memviralkan dirinya. Singkat cerita, setelah bernegosiasi, korban kemudian mentransfer sejumlah uang ke rekening salah satu pelaku dan sisanya diminta untuk ditransfer 3 minggu lagi.
“Setelah itu mereka berdiskusi selanjutnya salah satu laki-laki tersebut berkata kepada korban “ya udah Rp10 jutanya sekarang dan sisanya Rp20 juta nya 3 minggu lagi,” ujarnya.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.