Menurut Antonie Paulo, pemimpin para tawanan Belanda, kiranya berlaku zina. Sehubungan dengan ini, Van Goens menyebutkan, kemungkinan putra mahkota menculik istri tercantik Tumenggung Wiraguna. Pendukung-pendukung adiknya, Pangeran Alit, antara lain tentunya Tumenggung Danupaya melaporkan hal itu kepada raja, dengan harapan hak-hak putra mahkota akan dicabut, dan digantikan oleh Pangeran Alit.
Tetapi hal itu ternyata sia-sia. Sunan justru memarahi kedua belah pihak, tetapi tetap mempertahankan putra mahkota, sekalipun yang terakhir selama beberapa waktu dibuang dari istana. Putra mahkota itu lantas kembali menerima bimbingan dari gurunya, Tumenggung Mataram yang tua itu.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.