Forum Sandera dan Keluarga Hilang, yang mewakili keluarga para sandera, mengatakan bahwa rencana tersebut merupakan pengakuan pemerintah bahwa mereka "memilih wilayah daripada para sandera" dan bahwa hal ini "bertentangan dengan keinginan lebih dari 70% rakyat" di Israel.
Pada Minggu, Tim Negara Kemanusiaan (HCT), sebuah forum yang mencakup badan-badan PBB, mengatakan bahwa pejabat Israel berusaha untuk "menutup sistem distribusi bantuan yang ada" dan "meminta kami untuk setuju mengirimkan pasokan melalui pusat-pusat Israel dengan ketentuan yang ditetapkan oleh militer Israel, setelah pemerintah setuju untuk membuka kembali penyeberangan."
HCT memperingatkan bahwa rencana itu berarti sebagian besar wilayah Gaza, termasuk orang-orang yang kurang bergerak dan paling rentan, akan terus kekurangan pasokan.
Israel menghentikan semua pengiriman bantuan kemanusiaan dan pasokan lainnya ke Gaza pada 2 Maret, dua minggu sebelum melanjutkan serangannya.
PBB mengatakan Israel berkewajiban berdasarkan hukum internasional untuk memastikan pasokan bagi 2,1 juta warga Palestina di Gaza, yang hampir semuanya telah mengungsi. Israel mengatakan pihaknya mematuhi hukum internasional dan tidak kekurangan bantuan.
Militer Israel melancarkan kampanye militer ke Gaza sebagai tanggapan atas serangan lintas perbatasan oleh Hamas pada 7 Oktober 2023, di mana sekitar 1.200 orang tewas dan 251 lainnya disandera.
Setidaknya 52.535 orang telah tewas di Gaza sejak saat itu, menurut kementerian kesehatan yang dikelola Hamas di wilayah itu. Banyak pihak telah menuduh Israel melakukan genosida terhadap warga Palestina di Gaza.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.