JAKARTA - Mayoritas publik mengetahui kasus ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi). Hal ini terpotret dalam hasil survei yang dilakukan Indikator Politik Indonesia pada Mei 2025.
Direktur Eksekutif Indikator Politik, Burhanuddin Muhtadi menyampaikan, turut menyoroti kasus yang tengah menjadi publik belakangan ini. Hal ini dalam rangka mengukur tingkat kepercayaan publik atas kasus tersebut.
Kasus ijazah palsu Jokowi menjadi salah satu yang diamati untuk mengukur tingkat pengetahuan sekaligus kepercayaan publik terhadap kasus ini. "Mayoritas tahu kasus ini. Angkanya 75,9 persen," kata Burhanuddin dalam paparannya secara daring, Selasa (27/5/2025).
Ternyata masih ada 24,1 persen responden yang mengaku tidak mengetahui adanya kasus Ijazah Palsu Jokowi ini. Lebih jauh, Indikator mencoba mengukur tingkat kepercayaan publik yang mengetahui kasus ini.
Mayoritas dari responden yang mengetahui, menyatakan tidak percaya jika ijazah Jokowi itu palsu. "Sekitar 19,1 persen publik percaya bahwa mantan Presiden Joko Widodo memalsukan ijazah. Sementara, mayoritas tidak percaya atau sekitar 66,9 persen," ujarnya.
Untuk diketahui, survei ini dilakukan pada 17-20 Mei dengan metode telepon dengan 1.286 responden yang diambil dengan metode double sampling (DS). Dengan metode tersebut, margin of error yang diterapkan sebesar ±2,8 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen.
(Arief Setyadi )