Pemantauan kondisi atmosfer dilakukan secara real time oleh BMKG dan ada Posko koordinasi antara BMKG, Perum Jasa Tirta 1 (PJT 1) dan PT Inalum untuk pelaksanaan harian dan evaluasi efektivitas.
"Dampak yang diharapkan melalui OMC di DTA Danau Toba, tentunya, kolaborasi tiga lembaga tersebut, menargetkan peningkatan curah hujan di wilayah tangkapan air utama,’’ ujarnya.
‘’Stabilitas elevasi Danau Toba untuk kebutuhan air baku, Pariwisata dan energi. Penguatan ketahanan sumber daya air di kawasan Danau Toba dan Sungai Asahan,"tandasnya.
Vice President Regional II PJT 1, M Luckmanul Chakim menambahkan, bahwa kegiatan OMC merupakan langkah strategis untuk menjaga keseimbangan dan ketersediaan air ekosistem dan terutama memberikan suplai untuk pembangkit listrik serta pemanfaatan suplai kepada irigasi pertanian dan industri yang ada di wilayah hilir.
"Kita memastikan pengelolaan sumber daya air tetap optimal. OMC ini menjadi salahsatu upaya penguatan, agar air Danau Toba tetap berada pada elevasi yang aman,”pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )