Prabowo pun menegaskan bahwa pemerintah memilih untuk menganggap komentar nyinyir sebagai peringatan, bukan hambatan. Pasalnya, tugas dari pemerintah saat ini adalah meringankan penderitaan masyarakat terdampak.
“Tapi yang fokus kita adalah bagaimana kita bisa mengurangi meringankan penderitaan rakyat kita, itu perkiraan kita sebagai pejabat dan pemimpin jadi hal-hal yang apa itu nyinyir-nyinyir itu kita anggap sebagai katakanlah sebagai peringatan bagi kita. Tapi kita tidak boleh terpengaruh ya,” ujar Prabowo.
“Sekali lagi tidak datang salah, datang dicari kesalahan juga, ya gapapa. Tugas kita, saya walaupun tidak sehari-hari sama saudara ya saya di pusat ya, saya berpikir bagaimana saya atasi ini, membantu saudara di lapangan. Tetapi sementara nasib 280 juta rakyat Indonesia tetap harus kita urus secara nasional,” pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.