BUKITTINGGI — Gunung Marapi yang berada di Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumatera Barat kembali mengalami erupsi pada Senin, 6 Januari 2026, pukul 04.58 WIB. Kolom abu teramati setinggi sekitar 250 meter di atas puncak atau kurang lebih 3.141 meter di atas permukaan laut.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui laporan MAGMA-VEN menyebutkan, kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah tenggara.
“Aktivitas erupsi tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 3,1 mm dan durasi sekitar 35 detik,” tulis Ahmad Rifandi, Petugas Pengamat Gunung Marapi di Bukittinggi.
Saat ini, status aktivitas Gunung Marapi masih berada pada Level II (Waspada). PVMBG mengeluarkan sejumlah rekomendasi kepada masyarakat dan pihak terkait guna mengantisipasi potensi bahaya lanjutan.
Masyarakat di sekitar Gunung Marapi serta pendaki dan wisatawan diimbau tidak memasuki wilayah dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas yakni Kawah Verbeek.
Selain itu, warga yang bermukim di sepanjang lembah dan aliran sungai yang berhulu di puncak Marapi diminta mewaspadai potensi lahar dan banjir lahar, terutama saat musim hujan.
PVMBG juga mengingatkan masyarakat menggunakan masker apabila terjadi hujan abu guna menghindari gangguan saluran pernapasan. Seluruh pihak diminta tetap tenang, menjaga kondisi sosial yang kondusif, serta tidak menyebarkan informasi bohong atau hoaks terkait aktivitas gunung api.
Pemerintah daerah di wilayah terdampak, meliputi Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam, diminta terus berkoordinasi dengan PVMBG dan Pos Pengamatan Gunung Marapi di Bukittinggi untuk mendapatkan informasi terkini dan resmi.
(Erha Aprili Ramadhoni)