Belum lagi ada Trinity Shockley (18), remaja yang merencanakan penembakan, hingga yang terbaru remaja bernama Mario (15) yang melakukan penikaman terhadap bocah berusia sepuluh tahun. Salah satunya bahkan menyasar Indonesia, di mana terjadi ledakan di SMAN 72 Jakarta yang dilakukan oleh pelajar.
"Data global memperlihatkan, dari Januari sampai Desember hampir masif terjadi kekerasan," tutur dia.
Dari hasil analisis Densus 88, korban yang terpapar ideologi kekerasan ekstrem ini menyasar anak-anak yang jarang bersosialisasi. "Karakter daripada anak yang melakukan aksi tersebut betul-betul introvert, bisa dikatakan seperti itu. Sangat tidak bersosialisasi dan tidak berkaitan dengan anak mana pun dalam melakukan aksinya," ujarnya.
(Arief Setyadi )