"Penyerang datang dalam jumlah besar, memblokir pintu masuk gereja, dan memaksa para jemaat keluar menuju hutan," ujar Pendeta Joseph Hayab, ketua Asosiasi Kristen Nigeria untuk wilayah utara, kepada kantor berita AFP, dikutip Selasa (20/1/2026).
Hayab menambahkan detail jumlah korban. "Informasi yang saya terima dari para tetua gereja menyebutkan bahwa 172 jemaat diculik, sementara sembilan orang berhasil melarikan diri," ungkapnya kepada Reuters.
Penculikan ini bukanlah kejadian pertama yang menyita perhatian dunia. Pada November lalu, lebih dari 300 siswa dan guru diculik dari sebuah sekolah Katolik sebelum akhirnya dibebaskan dalam dua gelombang.
Nigeria saat ini memang tengah menghadapi berbagai tantangan keamanan yang kompleks, di antaranya: Penculikan tebusan oleh geng kriminal, pemberontakan Islamis di wilayah timur laut, kekerasan separatis di wilayah tenggara, dan konflik lahan dan air antara penggembala dan petani di wilayah tengah.
Para ahli menilai korupsi, buruknya pembagian informasi intelijen, serta kurangnya pendanaan bagi kepolisian lokal menjadi hambatan utama dalam menangani krisis ini. Di tengah situasi yang memanas, Menteri Pertahanan Nigeria mengundurkan diri bulan lalu dengan alasan kesehatan.
(Arief Setyadi )