Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Iran Rilis Jumlah Resmi Korban Jiwa Protes Massal, 3.117 Orang Dinyatakan Tewas

Rahman Asmardika , Jurnalis-Kamis, 22 Januari 2026 |13:47 WIB
Iran Rilis Jumlah Resmi Korban Jiwa Protes Massal, 3.117 Orang Dinyatakan Tewas
Ilustrasi. (Foto: Reuters)
A
A
A

JAKARTA Iran merilis angka korban tewas resmi pertamanya pada Rabu (21/1/2026), beberapa hari setelah penindakan keras terhadap protes massal yang telah berlangsung selama beberapa pekan. Angka yang diumumkan jauh lebih rendah daripada yang dilaporkan oleh para aktivis di luar negeri, meski jumlahnya telah mencapai ribuan orang.

Televisi pemerintah menyiarkan pernyataan dari Kementerian Dalam Negeri dan Yayasan Urusan Martir dan Veteran, sebuah badan resmi yang menyediakan layanan kepada keluarga korban perang, yang menyatakan 3.117 orang tewas. Badan itu menambahkan bahwa 2.427 dari korban tewas dalam demonstrasi yang dimulai pada 28 Desember adalah warga sipil dan pasukan keamanan, namun tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai sisanya.

Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA) yang berbasis di Amerika Serikat (AS) mengatakan jumlah korban tewas pada Kamis (22/1/2026) pagi setidaknya 4.902, dengan banyak lagi yang dikhawatirkan tewas. Kelompok hak asasi manusia tersebut telah akurat selama bertahun-tahun dalam melaporkan demonstrasi dan kerusuhan di Iran, dengan mengandalkan jaringan aktivis di dalam negeri yang mengonfirmasi semua korban jiwa yang dilaporkan. Kelompok lain juga memberikan angka yang lebih tinggi daripada jumlah yang dilaporkan pemerintah Iran.

 

Angka-angka tersebut belum dapat dikonfirmasi secara independen, demikian diwartakan Associated Press

Jumlah korban tewas melebihi jumlah korban tewas dalam aksi protes atau kerusuhan lainnya di Iran dalam beberapa dekade terakhir, dan mengingatkan pada kekacauan yang terjadi selama revolusi 1979 yang melahirkan Republik Islam. Meskipun tidak ada protes selama beberapa hari, ada kekhawatiran bahwa jumlah korban tewas dapat meningkat secara signifikan seiring dengan munculnya informasi secara bertahap dari negara yang memberlakukan penutupan internet oleh pemerintah sejak 8 Januari.

Hampir 26.500 orang juga telah ditangkap, menurut HRANA. Komentar dari para pejabat telah menimbulkan kekhawatiran bahwa beberapa dari mereka yang ditahan akan dieksekusi di Iran, salah satu negara dengan jumlah eksekusi massal tertinggi di dunia.

(Rahman Asmardika)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement