Sementara itu, di Kecamatan Bandar, jalur penghubung antardesa juga dibangun di Desa Bahgie Bertona menuju Desa Pondok Baru.
Sedangkan di Aceh Tamiang, pembangunan akses turut menyasar desa-desa yang selama ini menjadi jalur penghubung antarkampung dan menuju jalan nasional. Di Desa Terban, Kecamatan Karang Baru, jalur penghubung dibangun untuk menghubungkan Desa Tupah dengan Desa Terban menuju jalan raya Medan–Banda Aceh. Di Desa Suka Mulia, Kecamatan Rantau, akses antardusun di Dusun Mawar kini diperkuat agar warga lebih mudah menjangkau pusat aktivitas.
Pembangunan juga dilakukan di Desa Blangkandis, Kecamatan Bandar Pusaka, yang menghubungkan Dusun Bukit Karim, Desa Blangkandis, dengan Dusun Sepakat (Jurung), Desa Batang Ara. Jalur ini menjadi salah satu akses vital bagi warga yang selama ini bergantung pada jalan pedalaman.
Sejumlah titik lain di Aceh Timur juga menjadi bagian dari upaya pemulihan konektivitas. Di antaranya Desa Blang Gleum, Kecamatan Julok, yang menghubungkan Desa Blang Gleum dengan Desa Proyek Sosial. Kemudian Desa Buket Makmur, Kecamatan Julok, yang terhubung dengan Desa Paya Pas. Selain itu, jalur penghubung juga dibangun antara Desa Lhok Seuntang dan Desa Kampung Baru di Kecamatan Julok.