Belum diketahui siapa yang memulai kebakaran tersebut. Pemukim Israel terlihat pada malam hari menjarah perabotan dari bangunan utama, kata Roland Friedrich, direktur agensi tersebut untuk Tepi Barat. Ia mengatakan banyak lubang dibuat di pagar tersebut.
Departemen pemadam kebakaran Israel mengatakan telah mengirim tim untuk mencegah api menyebar. Pada Mei 2024, UNRWA mengatakan akan menutup kompleksnya setelah pemukim membakar pagarnya.
Komisioner Jenderal badan tersebut, Philippe Lazzarini, mengatakan insiden itu adalah “serangan terbaru terhadap PBB dalam upaya berkelanjutan untuk membongkar status pengungsi Palestina.”
Mandat UNRWA adalah memberikan bantuan dan layanan kepada sekitar 2,5 juta pengungsi Palestina di Gaza, Tepi Barat yang diduduki Israel, dan Yerusalem Timur, serta 3 juta pengungsi lainnya di Suriah, Yordania, dan Lebanon. Namun operasinya dibatasi tahun lalu ketika Knesset (Parlemen) Israel mengesahkan undang-undang yang memutuskan hubungan dan melarangnya berfungsi di wilayah yang didefinisikan sebagai Israel, termasuk Yerusalem Timur.
Israel telah lama mengecam badan tersebut, menuduhnya telah disusupi oleh Hamas dan menuduh beberapa karyawannya terlibat dalam serangan tahun 2023 yang memicu perang dua tahun Israel di Gaza. Pimpinan UNRWA mengatakan mereka telah mengambil tindakan cepat terhadap karyawan yang dituduh ikut serta dalam serangan itu, dan membantah tuduhan bahwa agensi tersebut menoleransi atau bekerja sama dengan Hamas.
(Arief Setyadi )