JAKARTA — Eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer (Noel) memberikan bocoran ihwal partai politik (parpol) yang diduga turut terlibat dalam pusaran kasus dugaan pemerasan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Hal itu diungkapkan Noel sebelum menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (26/1/2026).
Ia mengungkapkan, inisial partai yang terlibat ada huruf "K". Untuk organisasi masyarakat, bukan berbasis agama.
"Ormasnya dulu lah ya, ormasnya yang jelas tidak berbasis agama. Partainya ada huruf K-nya. Udah itu dulu clue-nya ya," ujar Noel.
Noel enggan menyebutkan singkatan partai tersebut. Ia juga enggan membocorkan warna partai tersebut.
"Nggak boleh tahu dong," katanya.
Saat disinggung peran ormas dan partai tersebut, ia mengaku turut menerima aliran dana praktik rasuah di Kemnaker. "Alirannya bukan terlibatnya, alirannya," ujar Noel.
Sebelumnya, Noel tiba di ruang sidang Pengadilan Tipikor pada Negeri Jakarta Pusat pada Senin 19 Januari. Kedatangannya ini guna menjalani sidang pembacaan surat dakwaan terkait kasus dugaan pemerasan sertifikasi K3 di Kemnaker.
Pantauan di lokasi, Noel tiba sekira pukul 09.59 WIB. Noel terlihat mengenakan batik yang dibalut dengan rompi oranye tahanan KPK.
Ia menyatakan akan mengikuti rangkaian persidangan tanpa meminta keringanan hukum dari Presiden.
"Nggak lah, nggak usah (minta amnesti/abolisi), kita ikut prosesnya dulu lah. Harapannya sih pengen bebas," kata Noel di ruang sidang.
Menurutnya, saat ini dirinya sudah diorkestrasi sebagai gembong koruptor. Sejalan dengan itu, ia menyinggung soal adanya keterlibatan partai dan ormas.
"Tapi ketika kita sudah diorkestrasi sebagai gembong koruptor, kita akan mengiyakan sebagai gembong koruptor. Yang jelas ada satu partai dan satu ormas yang terlibat langsung dalam permainan ini," ujarnya.
Namun, Noel tidak menjelaskan secara mendetail perihal permainan yang ia maksud tersebut. Nama partai dan ormas pun tidak disebutkan.
"Senin depan saya kasih tahu partainya dan nama ormasnya," ujarnya.
"Gak, gak ada keterkaitan itu (aliran uang), pokoknya nanti akan kita sampaikan, partainya partai apa, ormasnya juga," ucapnya.
(Arief Setyadi )