Selain itu, keberadaan Bibit Siklon Tropis 98S yang telah melemah menjadi pusat tekanan rendah turut berkontribusi terhadap peningkatan pembentukan awan konvektif di wilayah selatan Indonesia dalam sepekan terakhir. Kondisi ini diperkuat oleh kelembapan udara yang tinggi serta labilitas atmosfer yang kuat.
“Akibat kombinasi faktor-faktor tersebut, proses pembentukan awan hujan berlangsung lebih intensif dan meluas, sehingga memicu berbagai bencana hidrometeorologis dalam sepekan terakhir,” jelas BMKG.
Dalam sepekan ke depan, BMKG memprakirakan dinamika atmosfer pada skala global, regional, dan lokal masih memberikan pengaruh signifikan terhadap kondisi cuaca di Indonesia. Pada skala global, fenomena El Niño–Southern Oscillation (ENSO) terpantau berada pada fase Netral–La Niña lemah dengan nilai Southern Oscillation Index (SOI) sebesar +8,6 dan indeks Niño 3.4 sebesar -0,79, yang mendukung peningkatan aktivitas konvektif, khususnya di wilayah Indonesia bagian timur.
BMKG juga memprediksi aktivitas Monsun Asia masih cukup persisten hingga dasarian pertama Februari 2026. Fenomena CENS diprakirakan tetap aktif dalam beberapa hari ke depan.
Selain itu, potensi pembentukan daerah tekanan rendah di Teluk Carpentaria dapat memicu perlambatan kecepatan angin (konvergensi) di wilayah Indonesia bagian selatan. Aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Rossby Ekuator, dan Gelombang Kelvin juga diprediksi aktif di Samudra Hindia barat Jawa hingga selatan Nusa Tenggara Timur, Lampung, Laut Sulu, Laut Arafura, dan Papua Selatan, yang berkontribusi terhadap peningkatan potensi hujan.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti genangan, banjir, banjir bandang, dan tanah longsor, serta melakukan langkah mitigasi di lingkungan masing-masing.
Prospek Cuaca Sepekan ke Depan
Periode 30 Januari – 1 Februari 2026
Cuaca umumnya didominasi hujan ringan hingga sedang. Waspada hujan sedang hingga lebat di Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Lampung, Banten, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.
Peringatan dini:
Siaga (Hujan lebat–sangat lebat): Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur
Angin kencang: Nusa Tenggara Timur dan Maluku
Periode 2 – 5 Februari 2026
Cuaca didominasi hujan ringan hingga sedang, dengan potensi hujan sedang–lebat di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.
Peringatan dini:
Siaga (Hujan lebat–sangat lebat): Kep. Bangka Belitung, Jawa Tengah, Jawa Timur
Angin kencang: Nusa Tenggara Timur dan Maluku
(Awaludin)