Menurutnya, Kiai Said Aqil Siroj dan Gus Salam membawa harapan baru akan kebangkitan NU secara substantif. Suatu kebangkitan yang ditandai dengan soliditas ulama, penguatan peran pesantren, tertibnya organisasi, serta pulihnya kepercayaan publik terhadap kepemimpinan PBNU.
Muktamar ke-35 NU pada hakikatnya bukan sekadar forum pemilihan, melainkan momentum penyembuhan dan pembaruan.
"NU tidak membutuhkan kepemimpinan yang memperpanjang konflik, tetapi kepemimpinan yang mampu menyatukan kembali barisan, merawat tradisi dan menatap masa depan dengan penuh tanggung jawab,"pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )