Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Anak Muammar Gaddafi Tewas Diserang Kelompok Bersenjata di Rumahnya

Arief Setyadi , Jurnalis-Rabu, 04 Februari 2026 |06:28 WIB
Anak Muammar Gaddafi Tewas Diserang Kelompok Bersenjata di Rumahnya
Saif Al Islam Gaddafi (Foto: Reuters)
A
A
A

Lulusan London School of Economics dan fasih berbahasa Inggris, Saif al-Islam sempat dipandang banyak pemerintah asing sebagai wajah Libya yang lebih bisa diterima dan ramah terhadap Barat.

Namun, ketika pemberontakan pecah melawan kekuasaan panjang Gaddafi pada tahun 2011, Saif al-Islam segera memilih loyalitas keluarga dan klan di atas persahabatannya dengan pihak Barat. Ia menjadi arsitek penumpasan brutal terhadap para pemberontak, yang ia sebut sebagai "tikus".

Dalam wawancara dengan Reuters saat pemberontakan berlangsung, ia menegaskan: "Kami bertempur di sini di Libya, kami mati di sini di Libya."

Ia memperingatkan bahwa sungai darah akan mengalir dan pemerintah akan bertempur hingga laki-laki, perempuan, dan peluru terakhir.

"Seluruh Libya akan hancur. Kita akan butuh 40 tahun untuk mencapai kesepakatan tentang cara menjalankan negara ini, karena hari ini, semua orang ingin menjadi presiden, atau emir, dan semua orang ingin menjalankan negara," ujarnya sambil mengacungkan jari ke arah kamera dalam sebuah siaran televisi.

'Saya Tetap di Sini'

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement