Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kenapa PKB "Melepas" Maruf Amin dan Yusuf Chudlori?

Opini , Jurnalis-Sabtu, 07 Februari 2026 |14:21 WIB
Kenapa PKB "Melepas" Maruf Amin dan Yusuf Chudlori?
M Sholeh Basyari (Foto: Ist/Okezone)
A
A
A

Sebelum Yusuf Chudlori mundur, berapa waktu lalu, Maruf Amin lebih dulu pamit dari Ketua Dewan Syuro DPP PKB. Spekulasi yang berkembang menyebut bahwa Kiai Maruf tengah ambil ancang-ancang kembali ke Kramat Raya. Hal ini paralel dengan ancang-ancang serupa yang dilakukan oleh pengasuh utama pesantren "Asrama Perguruan Islam (APi)" Magelang tersebut.

Dua tokoh tersebut (Maruf Amin dan Yusuf Chodlori), secara karakter, langgam, diksi dan nomenklatur, sejatinya lebih pas berkhidmah di Kramat Raya. Dengan cara baca seperti ini, tampaknya arah dari kerelaan PKB melepas dua kiai grade A ini, bisa jadi adalah terkait kandidasi Rois Aam dan Ketum Tanfidziyah PBNU pada Muktamar ke-35 mendatang. 

Mutasi dan rotasi yang dilakukan Cak Imin (?), tidak berhenti pada cucu Kiai Nawawi al-Bantani dan putra Kiai Chudlori saja. Said Aqil Siradj, Marzuki Mustamar, Abdussalam Shohib serta Imam Jazuli Bima, yang bisa disebut all's Muhaimin men, tengah diutak-utik posisi pasnya.

Dengan komposisi kandidasi Ketum dan Rois Aam PBNU seperti itu, publik lumayan penasaran dengan posisi Said Aqil Siradj. Mandataris Muktamar Makassar dan Jombang ini, besar kemungkinan mengisi pos Ketua Dewan Syuro DPP PKB yang ditinggalkan Maruf Amin. 

Sementara, Marzuki Mustamar dan Abdussalam Shohib, didapuk sebagai Katib Aam dan Sekjen PBNU. Dengan komposisi ini, lantas dimana penempatan Imam Jazuli Bima? 

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement