“Ramadan merupakan momentum penting bagi Bimas Islam untuk menghadirkan program yang langsung menyentuh kebutuhan umat,” ujarnya.
“Ramadan bukan hanya meningkatkan kualitas ibadah, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial, ketahanan keluarga, dan distribusi filantropi produktif. Dampaknya diharapkan terasa hingga pada penguatan harmoni dan moderasi kehidupan berbangsa,” kata Abu.
Rangkaian Joyful Ramadan mencakup berbagai agenda nasional, mulai dari Tarhib Ramadan, Bersih-Bersih Masjid, Indonesia Berdaya Ramadan, Hilal Observation Coaching dan Sidang Isbat, hingga Takbir Akbar dan Salat Idulfitri. Seluruh program dilaksanakan secara terkoordinasi hingga tingkat daerah.
“Kami ingin menghadirkan Ramadan yang menggembirakan, bermakna, dan berdampak. Negara hadir untuk melayani, membersamai, dan menguatkan umat dalam menjalani ibadah dengan tenang dan penuh harapan,” pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.