Pilar menambahkan, persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
Tanpa kesadaran bersama, upaya menjaga kebersihan kota tidak akan berjalan optimal dan berkelanjutan.
Ia menegaskan aksi ini bukan sekadar seremonial, tetapi langkah membangun budaya hidup bersih. Terutama untuk menghentikan kebiasaan membuang sampah pada malam hingga dini hari.
“Jadi kita gerakkan aksi bersih-bersih ini supaya mengajak masyarakat sama-sama menjaga kebersihan kota ini. Jangan buang sampah di pinggiran jalan, tiap malam, tiap subuh. Mau sampai kapan?” pungkasnya.
(Arief Setyadi )