"Kalau kita lihat perhitungan teknologi saat ini, wujud hilal (saat terbenam matahari di Indonesia) masih dalam posisi minus 2 derajat 24 menit 42 detik hingga 0 derajat 58 menit 47 detik. Jadi hampir mustahil bisa dirukyat,” kata Menag.
Posisi hilal tersebut masih di bawah kriteria yang ditetapkan negara-negara anggota MABIMS (Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Singapura) yakni minimal 3 derajat di atas ufuk saat matahari terbenam, dan elongasi (jarak sudut bulan-matahari) minimal 6,4 derajat.
(Fahmi Firdaus )