JAKARTA – Pesawat charter milik Pelita Air dengan registrasi PK-PAA terjatuh di Krayan Barat, Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (19/2/2026). Pesawat tersebut ditemukan sekitar dua jam setelah hilang kontak.
Kepala Kantor SAR Tarakan, Syahril mengatakan, pesawat lepas landas pada pukul 12.10 WITA dari Bandara Yuvai Semaring, Long Bawan, Kecamatan Krayan, berdasarkan kontak dengan ATC. Kontak terakhir pesawat dengan ATC tercatat pada pukul 12.14 WITA.
Setelah itu, tidak ada lagi komunikasi antara pesawat dan ATC. Pada pukul 12.25 WITA, muncul laporan dari warga yang melihat pesawat terbang dalam kondisi miring sebelum diduga jatuh.
"Kami menerima informasi dari kantor AirNav Tarakan bahwa pesawat PK-PAA diduga hilang kontak dalam perjalanan dari Long Bawan menuju Tarakan," ujar Syahril, Kamis (19/2/2026).
Lokasi jatuhnya pesawat akhirnya ditemukan pada pukul 14.33 WITA. Pesawat ditemukan dalam kondisi terbakar bersama pilotnya, Capt. Hendrik Lodewyck Adam, yang dinyatakan meninggal dunia.
"Pada pukul 14.33 WITA, tim SAR gabungan menemukan pesawat dalam kondisi terbakar dan satu korban meninggal dunia. Selanjutnya korban dievakuasi ke RS Pratama Long Bawan," jelas Syahril.
Jenazah Capt. Hendrik Lodewyck Adam rencananya akan diterbangkan menuju Balikpapan sebelum diberangkatkan ke Jakarta pada Jumat (20/2/2026).
"Korban sudah dievakuasi oleh tim gabungan TNI-Polri dan dibawa ke rumah sakit. Saat ini menunggu pesawat untuk evakuasi ke Balikpapan sebelum diterbangkan ke Jakarta dan diserahkan kepada keluarga," tutupnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.