Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kejagung Pamer Uang Triliunan Sitaan Korupsi Dinilai Bentuk Transparansi

Arief Setyadi , Jurnalis-Sabtu, 21 Februari 2026 |13:19 WIB
Kejagung Pamer Uang Triliunan Sitaan Korupsi Dinilai Bentuk Transparansi
Uang sitaan Kejagung (Foto: Dok Okezone)
A
A
A

JAKARTA — Direktur Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti, menilai langkah Kejaksaan Agung (Kejagung) mengekpose uang sitaan korupsi dan dikembalikan ke Negara merupakan bentuk transparansi. Bahkan, ini juga menjadi edukasi antikorupsi bagi masyarakat.

“Tidak ada yang aneh kesukaan masyarakat ini (suka melihat ekspose uang sitaan). Karena ini mereka merasa menjadi tahu tentang korupsi itu sebanyak apa,” ujar Ray dikutip, Sabtu (21/2/2026).

Ray tak kaget melihat temuan survei Indikator Politik yang menyebut masyarakat mayoritas suka dengan langkah Kejagung. Di mana, 70,7 persen responden menyatakan setuju dan sangat setuju dengan langkah Kejagung, seperti menunjukkan tumpukan uang tunai hasil sitaan kasus korupsi Rp6,6 triliun.

“Jangan sampai ekspose ini meninggalkan substansi penegakan hukum. Tapi jangan juga mengejar substansi tapi hal-hal seperti ini (ekspose ke publik) ditinggalkan,” katanya.

Ray menekankan, langkah tersebut menjadi pendidikan antikorupsi karena sekaligus mengajak masyarakat untuk peduli dengan pemberantasan korupsi. Menurut Ray, selama ini memang sulit dalam menjelaskan bahaya korupsi .

“Kalau orang nyuri ayam kan orang tahu dan bisa membayangkan. Atau kalau orang kehilangan motor, tahu dan bisa merasakan sendiri,” imbuhnya.

Sementara korupsi miliaran bahkan triliunan rupiah, masyarakat tak bisa membayangkan besarannya seperti apa. Ditambah, mereka juga tidak merasa bahwa uang itu adalah milik mereka yang dikelola Negara kemudian diambil koruptor.

“Itu yang membuat orang tidak peka dengan gerakan antikorupsi, karena menganggap bukan uang mereka. Dianggap itu duit negara bukan duit mereka,” tuturnya.

Dengan adanya ekspose, menurut Ray, masyarakat jadi mengetahui sebanyak apa uang Rp.6,6 triliun. Sebelumnya, mereka tidak bisa membayangkan sebanyak apa itu uang Rp6,6 triliun karena mereka tidak pernah melihat. Kalau dipertontonkan baru mereka tahu, oh sebanyak itu,” ujarnya.

Ray pun menyarankan besaran uang sitaan korupsi ke publik bisa difaktualkan, misalnya, uang sebesar Rp1 miliar bisa digunakan untuk membeli berapa ton beras.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement