JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjelaskan, alasan baru menetapkan Kepala Seksi Intelijen Cukai Penindakan dan Penyidikan (P2) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Budiman Bayu Prasojo (BBP), sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi importasi barang di lingkungan DJBC.
KPK menyatakan, baru menemukan alat bukti yang cukup untuk menjerat Budiman sebagai tersangka. Padahal, ia sebelumnya sempat terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) saat kasus ini diusut.
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, mengatakan dalam waktu 1x24 jam setelah OTT, penyidik belum memiliki kecukupan alat bukti untuk menetapkan Budiman sebagai tersangka.
“Waktu itu kami hanya punya waktu 1x24 jam terkait tertangkap tangan itu. Jadi dalam waktu tersebut memang kecukupan bukti untuk menjadikan Saudara BBP sebagai tersangka belum cukup,” ujar Asep, Jumat (27/2/2026).
Asep menambahkan, meski saat itu tidak ditetapkan sebagai tersangka dan dipulangkan, penyidik tetap melakukan pendalaman atas dugaan keterlibatan Budiman.
“Yang saat itu tidak cukup bukti memang dikembalikan. Tapi bukan berarti dilepaskan begitu saja. Kami terus memperdalam dari keterangan-keterangan yang ada,” tambahnya.
Sebelumnya, KPK resmi menetapkan Budiman sebagai tersangka baru dalam kasus dugaan suap importasi barang di Ditjen Bea dan Cukai.
“KPK pada hari ini menetapkan tersangka baru yaitu Saudara BBP,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada wartawan, Kamis (26/2/2026).
Dengan penetapan tersebut, KPK telah menetapkan tujuh orang sebagai tersangka dalam perkara ini, yakni:
- Rizal, Direktur Penindakan dan Penyidikan DJBC periode 2024–Januari 2026;
- Sisprian Subiaksono, Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan DJBC;
- Orlando Hamonangan, Kepala Seksi Intelijen DJBC;
- John Field, pemilik PT Bluray;
- Andri, Ketua Tim Dokumen Importasi PT Bluray;
- Deddy Kurniawan, Manajer Operasional PT Bluray;
- Budiman Bayu Prasojo, Kepala Seksi Intelijen Cukai Penindakan dan Penyidikan (P2) DJBC.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.