“Kemartiran Imam Khamenei akan menuntut harga yang mahal dari kalian. Insya Allah,” katanya.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya intensitas pertempuran antara Iran dan Amerika Serikat.
Perang dimulai dengan serangan gabungan Amerika-Israel terhadap Iran pada Sabtu, yang menyebabkan tewasnya pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, bersama beberapa komandan militer berpangkat tinggi yang menjabat setelah pendahulu mereka tewas oleh Israel dalam perang Juni 2025.
Hampir 1.050 warga Iran telah tewas dalam empat hari pertempuran sejauh ini, menurut perkiraan pemerintah, termasuk 165 anak sekolah di Kota Minab, Iran selatan, yang memicu kemarahan luas.
Khamenei menjadi sasaran di kediamannya di pusat kota Teheran bersama anggota keluarganya, termasuk istri, putri, menantu perempuan, menantu laki-laki, dan cucu-cucunya.