Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tokoh Islam Apresiasi Surat Belasungkawa Prabowo atas Wafatnya Ali Khamenei

Tim Okezone , Jurnalis-Kamis, 05 Maret 2026 |22:03 WIB
Tokoh Islam Apresiasi Surat Belasungkawa Prabowo atas Wafatnya Ali Khamenei
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Sejumlah tokoh Islam menyampaikan apresiasi atas sikap Presiden Prabowo Subianto yang menyampaikan ucapan belasungkawa atas wafatnya pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei. Pernyataan tersebut dinilai mencerminkan sikap kemanusiaan sekaligus kepedulian Indonesia terhadap dinamika geopolitik global.

Apresiasi tersebut disampaikan oleh sejumlah tokoh Islam dan ulama menjelang serta setelah acara buka puasa bersama di Istana Negara, Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Salah satu tokoh yang menyampaikan apresiasi adalah Ketua Dewan Penasihat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia, Jimly Asshiddiqie. Ia menilai langkah Prabowo menyampaikan belasungkawa kepada pemerintah dan rakyat Iran merupakan sikap yang tepat karena mencerminkan solidaritas sebagai negara dengan penduduk mayoritas Muslim.

“Tepat sekali kemarin Presiden sudah menyampaikan turut berduka kepada seluruh rakyat Iran. Jadi saya rasa kita sebagai negeri muslim terbesar yang menganut Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa, dan kemanusiaan yang adil dan beradab, tidak bisa menerima pembunuhan biadab,” ujar Jimly.

 

Ia menambahkan, bahwa sudah saatnya Indonesia, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia di luar kawasan Asia Barat, memainkan peran lebih strategis untuk menjembatani konflik dan ketegangan di antara negara-negara Islam.

Senada dengan itu, Ketua Umum Nahdlatul Ulama, Yahya Cholil Staquf, menyampaikan bahwa penyampaian belasungkawa oleh Presiden Prabowo merupakan sikap yang wajar dan manusiawi ketika terjadi peristiwa duka.

Namun menurutnya, yang tidak kalah penting adalah upaya nyata dari berbagai pihak untuk menghentikan kekerasan dan konflik bersenjata yang terus berlangsung.

“Kita tidak punya pilihan selain berjuang sekuat tenaga supaya damai. Berhenti perang, damai sekarang. Tidak ada alternatif lain. Karena kalau tidak begitu, tidak ada yang selamat. Kekerasan ini harus dihentikan dengan cara apa pun,” kata Gus Yahya.

Ia juga menekankan pentingnya memanfaatkan berbagai forum dan mekanisme kerja sama internasional yang dimiliki Indonesia untuk mendorong upaya perdamaian, termasuk keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace yang diinisiasi oleh Amerika Serikat.

“Lihat, kita cari caranya memanfaatkan BoP untuk upaya perdamaian itu. Apa pun yang sudah ada di tangan, mari kita gunakan. Kalau kita butuh menggali lubang dan tidak ada sekop, kita gali pakai sendok,” imbuhnya.

 

Sebelumnya, pada Rabu (4/3), Presiden Prabowo mengirimkan surat resmi belasungkawa kepada Presiden Iran, Masoud Pezeshkian atas wafatnya pemimpin tertinggi Iran yang dilaporkan meninggal dunia akibat serangan militer dari Amerika Serikat dan Israel.

Surat tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Luar Negeri Sugiono kepada Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi di Jakarta sebagai bentuk penghormatan diplomatik dari pemerintah Indonesia.

Melalui langkah tersebut, pemerintah Indonesia menyampaikan empati mendalam kepada pemerintah dan rakyat Iran atas kehilangan tokoh penting yang memiliki pengaruh besar dalam perjalanan politik dan kehidupan masyarakat Iran. Langkah ini juga menegaskan komitmen Indonesia untuk terus menjaga hubungan persahabatan dan kerja sama yang baik antara kedua negara.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement