Selat Hormuz, yang menghubungkan Teluk Persia ke Teluk Oman, adalah salah satu titik rawan maritim paling strategis di dunia. Gangguan terhadapnya memiliki implikasi langsung bagi pasar energi global dan perdagangan internasional. Trump mengatakan AS “bisa berbuat banyak” tentang selat itu, tetapi tidak merinci seperti apa pengambilalihan tersebut atau apakah akan melibatkan kehadiran militer permanen.
Komentar presiden tentang selat itu disampaikan bersamaan dengan pernyataan lebih luas bahwa kampanye militer melawan Iran hampir selesai. “Saya pikir perang ini sudah sangat lengkap,” katanya, merujuk pada penghancuran angkatan laut, angkatan udara, dan infrastruktur komunikasi Iran. “Jika Anda lihat, mereka tidak memiliki apa pun yang tersisa. Tidak ada yang tersisa dalam arti militer.”
Militer AS melaporkan telah menyerang lebih dari 3.000 target Iran pada minggu pertama operasi, sebuah tempo yang menurut Trump membuat kampanye tersebut jauh lebih cepat dari perkiraan awal sekitar satu bulan. “Kita jauh lebih cepat dari jadwal,” katanya kepada CBS News.
Trump menggambarkan kapasitas Iran yang tersisa sebagai minimal, dengan menyebut rudal-rudalnya “telah berkurang drastis” dan fasilitas manufaktur drone sedang dihancurkan di seluruh negeri.