JAKARTA – Israel telah memberi tahu Amerika Serikat (AS) bahwa mereka kekurangan rudal pencegat di tengah perang yang dimulai Tel Aviv bersama Washington terhadap Iran, yang terus berlanjut. Serangan rudal Iran terus menghujani kota-kota Israel sejak rezim Zionis itu memulai perang dengan membom ibu kota Teheran pada 28 Februari.
Menurut laporan Semafor pada Sabtu (14/3/2026), seorang pejabat AS mengatakan Washington telah mengetahui bahwa Israel kekurangan rudal pencegat selama berbulan-bulan.
Namun, pejabat tersebut menekankan bahwa AS tidak menghadapi masalah yang sama, meskipun ada kekhawatiran bahwa perang melawan Iran telah mengurangi jumlah rudal pencegat mereka.
"Kami memiliki semua yang kami butuhkan untuk melindungi pangkalan dan personel kami di wilayah tersebut serta kepentingan kami," kata pejabat itu kepada Semafor, sebagaimana dilansir TRT.
Pejabat tersebut menambahkan bahwa Israel sedang berupaya mencari solusi untuk mengatasi kekurangan ini.
Israel dilaporkan melancarkan perang melawan Iran dalam kondisi kekurangan rudal pencegat. Presiden AS Donald Trump mengatakan awal bulan ini bahwa negaranya memiliki amunisi yang hampir “tidak terbatas”, meskipun ada laporan bahwa jumlahnya lebih rendah dari perkiraan militer.
Trump awalnya menyebut perang melawan Iran hanya akan berlangsung sekitar empat minggu, kemudian menyebutnya sebagai “ekspedisi jangka pendek”. Namun, pada Jumat (13/3/2026), ia menegaskan bahwa perang akan berlanjut “selama masih diperlukan.”
Sebuah penilaian intelijen terbaru yang dilaporkan Reuters menyebutkan bahwa kepemimpinan dan pemerintah Iran tidak berisiko runtuh di tengah perang AS–Israel yang sedang berlangsung di negara tersebut.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.