JAKARTA – Sebanyak 25.922 jemaah umrah asal Indonesia telah kembali ke Tanah Air pasca konflik Timur Tengah pecah, menurut Kementerian Haji dan Umrah. Sementara itu, sejumlah jemaah umrah yang baru tiba di Arab Saudi kini dalam pantauan petugas.
“Secara kumulatif sejak 28 Februari hingga 14 Maret, tercatat sebanyak 25.922 jemaah umrah Indonesia telah dipantau dalam proses kepulangan ke Tanah Air melalui berbagai penerbangan dari Jeddah maupun Madinah,” ungkap Staf Teknis Haji Kantor Urusan Haji (KUH) di Jeddah, M. Ilham Effendy, dalam keterangannya dikutip Senin (16/3/2026).
Ia menegaskan, pengawasan di bandara akan terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari komitmen negara dalam memberikan perlindungan serta memastikan pelayanan terbaik bagi jemaah umrah Indonesia di Arab Saudi.
Ilham menjelaskan, petugas melalui Kantor Urusan Haji (KUH) di Jeddah melakukan pemantauan di Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah dan Bandara Internasional Prince Muhammad bin Abdulaziz Madinah pada 14 Maret 2026.
Berdasarkan hasil pemantauan lapangan, petugas melakukan monitoring terhadap proses pemulangan jemaah umrah Indonesia yang menggunakan sejumlah maskapai.
“Pada hari tersebut tercatat 853 jemaah umrah dipantau dalam proses kepulangan menuju Tanah Air melalui berbagai penerbangan dari Jeddah maupun Madinah,” terang Ilham.
“Selain itu, petugas juga melakukan pengawasan terhadap kedatangan jemaah umrah dari Indonesia ke Arab Saudi. Tercatat 763 jemaah tiba di Arab Saudi,” tambahnya.