Kementerian tersebut mengatakan pihaknya menuntut agar mereka meninggalkan Qatar dalam waktu 24 jam, menambahkan bahwa keputusan tersebut diambil sebagai akibat dari serangan berulang Iran.
“Qatar menganggap serangan ini sebagai eskalasi berbahaya, pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatannya, dan ancaman langsung terhadap keamanan nasionalnya,” katanya.
“Pihak Iran terus melanjutkan kebijakan eskalasi yang mendorong kawasan ini ke ambang kehancuran dan menyeret negara-negara yang bukan pihak dalam krisis ini ke zona konflik.”
Pada 2 Maret, Qatar menangguhkan produksi LNG menyusul serangan terhadap fasilitas Ras Laffan serta tangki air di pembangkit listrik di Kota Industri Mesaieed.
Kompleks Ras Laffan, yang terletak 80 km (50 mil) timur laut Doha, adalah fasilitas produksi LNG terbesar di dunia dan menghasilkan sekitar 20 persen pasokan LNG global, memainkan peran utama dalam menyeimbangkan permintaan pasar Asia dan Eropa untuk bahan bakar tersebut.
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.