Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Bagaimana Kelanjutan Kasus 4 Prajurit Terduga Penyiram Air Keras ke Aktivis KontraS? Ini Kata TNI

Danandaya Arya putra , Jurnalis-Selasa, 24 Maret 2026 |00:10 WIB
Bagaimana Kelanjutan Kasus 4 Prajurit Terduga Penyiram Air Keras ke Aktivis KontraS? Ini Kata TNI
Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah (Foto: Felldy Utama/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah menyampaikan Puspom TNI masih melakukan proses penyidikan terhadap empat prajurit yang diduga terlibat dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Kontras, Andrie Yunus. Penanganan perkaranya saat ini masih berjalan.

"Perlu saya sampaikan bahwa sampai saat ini proses penyidikan terhadap empat personel yang diduga melakukan penganiayaan terhadap Sdr. AY sedang berjalan," kata Aulia, Senin (23/3/2026).

Ia meminta publik agar menunggu hasil penyidikan yang dilakukan Puspom TNI. Pihaknya pun berkomitmen akan melakukan penyidikan kasus ini secara transparan. "Mohon menunggu sampai seluruh proses penyidikan oleh penyidik dari Puspom TNI selesai dilaksanakan," ucap dia.

Sekadar informasi, empat prajurit yang diduga terlibat dalam kasus penyiraman cairan berbahaya terhadap Andrie ini berasal dari Detasemen Markas (Denma) Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI. Para terduga itu diserahkan langsung Denma BAIS TNI ke Puspom TNI pada Rabu 18 Maret pagi.

Adapun empat prajurit yang terlibat yaitu Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, serta Serda ES. Keempat terduga pelaku ini berasal dari Matra Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Udara (AU).

Andrie dilarikan ke RSCM akibat disiram air keras oleh orang tak dikenal yang mengenai area wajah dan beberapa bagian tubuhnya. Ia datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSCM pada Jumat 13 Maret dini hari, dengan luka bakar pada wajah, leher, dada, punggung, serta kedua lengan, disertai gangguan penglihatan pada mata kanan.

Setibanya di IGD, tim medis segera melakukan pemeriksaan awal dan tindakan stabilisasi. Pemeriksaan menggunakan indikator pH menunjukkan adanya paparan zat kimia bersifat asam pada area luka.

Pemeriksaan lanjutan menunjukkan pasien mengalami luka bakar sekitar 20% pada area tubuh serta trauma kimia pada mata kanan dengan derajat keparahan tingkat tiga pada fase akut. Kondisi itu menyebabkan penurunan tajam penglihatan serta kerusakan pada permukaan kornea.

Saat ini, kondisi Andrie Yunus kian membaik. Kondisinya juga tidak berada dalam situasi yang mengancam jiwa.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement