Wakil Menteri Informasi Houthi, Mohammed Mansour, mengatakan kepada media lokal pada hari Sabtu akan melakukan pertempuran secara bertahap.
“Kami melakukan pertempuran ini secara bertahap, dan menutup Selat Bab al-Mandeb adalah salah satu pilihan kami,” ucapnya.
Berdasarkan laporan Al Jazeera dari Sanaa, potensi blokade angkatan laut terhadap kapal-kapal yang terkait dengan Israel yang melewati Selat Bab al-Mandeb akan merugikan ekonomi Israel, karena sekitar 30 persen impornya melewati jalur air di Laut Merah tersebut.
Keterlibatan Houthi dalam perang AS-Israel melawan Iran akan mempersulit pengerahan USS Gerald R Ford, kapal induk yang berlabuh di Kreta pada hari Senin untuk perbaikan.
Mengirim kapal induk kembali ke Laut Merah dapat menariknya ke dalam tempo serangan tinggi yang sama seperti yang dialami USS Dwight D Eisenhower pada tahun 2024 dan USS Harry S Truman dalam kampanye Amerika tahun 2025 melawan Houthi.
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.