Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Trump Ejek Putra Mahkota Saudi: Dia Tidak Menyangka Akan Menjilat Pant** Saya

Arief Setyadi , Jurnalis-Minggu, 29 Maret 2026 |09:41 WIB
Trump Ejek Putra Mahkota Saudi: Dia Tidak Menyangka Akan Menjilat Pant** Saya
Presiden AS Donald Trump (Foto: Reuters)
A
A
A

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim negara-negara Teluk bekerja sama erat dengan Washington dalam perang melawan Iran. Hal itu ia lontarkan di forum investasi yang didukung Arab Saudi.

Bahkan, Trump menyampaikan komentar pedas tentang Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS). Ia mengejeknya dengan mengatakan dia tidak berpikir "dia akan menjilat pant** saya".

Pada acara Future Investment Initiative di Florida, Donald Trump menguraikan lebih lanjut pernyataannya dengan menceritakan percakapan yang diduga terjadi dengan anggota keluarga kerajaan Saudi mengenai kebangkitan AS di bawah kepemimpinannya.

“Dia tidak menyangka ini akan terjadi... dia tidak menyangka akan menjilat saya... dia mengira saya hanya akan menjadi presiden Amerika lain yang pecundang... tapi sekarang dia harus bersikap baik kepada saya,” kata Trump melansir moneycontrol. com, Minggu (29/3/2026).

Trump kemudian memuji Putra Mahkota Saudi, menyebutnya sebagai "pria yang fantastis" dan "seorang pejuang," dan mengatakan bahwa kerajaan "dapat sangat bangga" padanya.

Dia menambahkan, bahwa Arab Saudi, bersama dengan negara-negara Teluk lainnya, telah mendukung AS selama konflik dengan Iran. Komentar tersebut muncul hampir sebulan setelah kampanye AS-Israel melawan Iran, yang diluncurkan pada 28 Februari dengan serangan besar yang menargetkan militer dan infrastruktur nuklirnya.

Teheran dengan cepat memperluas cakupan konflik, melakukan serangan rudal dan pesawat tak berawak yang menargetkan Israel serta beberapa negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer AS.

Sebuah laporan dari The New York Times mengklaim bahwa Mohammed bin Salman secara pribadi telah berkomunikasi dengan Donald Trump, mendorongnya untuk melanjutkan perang dan menggambarkannya sebagai "kesempatan bersejarah" untuk melemahkan kepemimpinan Iran.

Laporan tersebut, berdasarkan sumber-sumber yang diberi informasi tentang masalah ini, mengatakan bahwa ia menganjurkan tindakan yang lebih agresif, termasuk menargetkan sektor energi Iran.

Namun, Arab Saudi menolak klaim tersebut, dan menegaskan bahwa mereka mendukung resolusi damai dan fokus utama mereka adalah melindungi diri dari serangan Iran.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement