JAKARTA – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali memicu kontroversi setelah menyatakan keinginannya untuk mengambil alih sumber minyak Iran, termasuk kemungkinan menguasai pusat ekspor utama negara tersebut di Pulau Kharg.
Dalam wawancara dengan Financial Times, Trump secara terbuka menyebut bahwa salah satu opsi yang dipertimbangkan Washington adalah mengendalikan fasilitas minyak Iran.
"Sejujurnya, hal favorit saya adalah mengambil minyak di Iran, tetapi beberapa orang di AS mempertanyakan itu,” kata Trump, seperti dilansir dari Aljazeera, Senin (30/3/2026).
Ia bahkan menyebut kemungkinan pengambilalihan Pulau Kharg, yang merupakan pusat ekspor minyak utama Iran.
“Mungkin kita akan merebut Pulau Kharg, mungkin juga tidak. Kita punya banyak pilihan,” ujarnya.
Trump juga mengisyaratkan bahwa jika langkah tersebut diambil, kehadiran militer AS di wilayah itu bisa berlangsung cukup lama.
“Itu berarti kita harus berada di sana untuk sementara waktu,” katanya.
Saat ditanya soal pertahanan Iran di pulau tersebut, Trump menyatakan keyakinannya bahwa wilayah itu relatif mudah dikuasai.
“Saya rasa mereka tidak memiliki pertahanan apa pun. Kita bisa merebutnya dengan sangat mudah,” ucapnya.
Pulau Kharg sendiri memiliki peran vital dalam industri energi Iran. Sekitar 90% ekspor minyak mentah Iran dikirim melalui pulau tersebut, menjadikannya tulang punggung ekonomi negara itu.
Pernyataan Trump muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah, termasuk konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan sekutunya. Dalam beberapa pekan terakhir, opsi militer dan penguasaan jalur energi menjadi bagian dari dinamika konflik yang terus berkembang.
Langkah tersebut berpotensi memicu eskalasi lebih lanjut, mengingat Iran sebelumnya telah memperingatkan akan membalas setiap serangan terhadap infrastruktur energinya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.