JAKARTA – Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) sedang menyusun rencana untuk menggelar operasi darat selama beberapa minggu di Iran, demikian dilaporkan Washington Post. Laporan ini muncul meski Presiden Donald Trump berulang kali mengklaim bahwa Teheran telah kalah dalam perang yang berlangsung selama sebulan dan memohon kesepakatan untuk menyerah.
Menurut pejabat AS yang berbicara kepada Washington Post, misi darat apa pun tidak akan berupa “invasi skala penuh,” melainkan serangan terbatas oleh pasukan Operasi Khusus dan pasukan infanteri konvensional.
Potensi sasaran dapat mencakup perebutan Pulau Kharg, pusat ekspor minyak utama Iran, atau serangan ke daerah pesisir dekat Selat Hormuz untuk menghancurkan senjata yang mampu menargetkan kapal komersial dan militer, kata para sumber yang berbicara dengan syarat anonim.
Trump belum menyetujui rencana Departemen Pertahanan mana pun. Sekretaris pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengatakan bahwa peran Pentagon adalah membuat persiapan untuk memberikan “opsi maksimal” kepada panglima tertinggi.
Sebelumnya, pada Sabtu (28/3/2026), Komando Pusat AS menyatakan bahwa kapal serbu amfibi USS Tripoli telah bergabung dengan kapal induk USS Abraham Lincoln di wilayah tersebut. Bala bantuan baru ini mencakup sekitar 3.500 pelaut dan Marinir AS dengan pesawat angkut dan serang, serta aset serbu amfibi.
Kelompok siap amfibi AS lainnya – yang terdiri dari kapal serbu amfibi kelas Wasp USS Boxer, kapal pendaratan dok kelas Whidbey Island USS Comstock, dan kapal dok angkut amfibi kelas San Antonio USS Portland – juga dilaporkan bergerak ke wilayah tersebut.
Sementara itu, Departemen Pertahanan juga mengerahkan kelompok kapal induk ketiga ke wilayah tanggung jawab Komando Pusat AS (CENTCOM) untuk berpotensi bergabung dalam operasi tempur melawan Iran, menurut laporan CBS dan CNN pada Jumat (27/3/2026).
Dua kelompok serang kapal induk – yang dipimpin oleh USS Gerald R. Ford dan USS Abraham Lincoln – memimpin serangan AS terhadap Iran bulan lalu, hingga USS Ford mengalami dugaan kebakaran “non-tempur” di atas kapal dan mundur untuk perbaikan ke Kreta. Belum jelas apakah USS George H.W. Bush akan bergabung atau menggantikan USS Ford.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.