Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Polri Siapkan Laboratorium Sosial Sains Hadapi Revolusi Digital 

Puteranegara Batubara , Jurnalis-Senin, 30 Maret 2026 |11:59 WIB
Polri Siapkan Laboratorium Sosial Sains Hadapi Revolusi Digital 
Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo (foto: dok ist)
A
A
A

JAKARTA – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memperkuat transformasi menuju institusi yang modern, adaptif, dan berbasis ilmu pengetahuan dengan membangun Laboratorium Sosial Sains Kepolisian di kompleks Akademi Kepolisian (Akpol), Lemdiklat Polri, Semarang, Jawa Tengah.

Fasilitas ini dirancang sebagai sarana pembelajaran strategis untuk mengembangkan pola pikir (mindset), budaya kerja (culture set), serta cara bertindak (action set) personel Polri dalam menghadapi dinamika tugas yang semakin kompleks.

Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo menegaskan, bahwa kehadiran laboratorium ini merupakan langkah konkret dalam merespons perubahan zaman yang dipengaruhi oleh revolusi digital, dinamika geopolitik global, serta transformasi sosial yang berkembang pesat.

“Perubahan kini berlangsung dengan kecepatan dan kompleksitas tinggi. Karena itu, Polri harus mengembangkan pendekatan yang tidak hanya berbasis teori, tetapi juga teruji melalui realitas sosial di lapangan,” ujar Dedi, Senin (30/3/2026).

Laboratorium Sosial Sains Kepolisian ini akan menjadi ruang integratif yang menjembatani teori dan praktik. Melalui pendekatan berbasis data, analisis ilmiah, serta simulasi kondisi faktual, fasilitas ini diharapkan menjadi pusat pengujian berbagai model pemolisian guna menghasilkan kebijakan yang presisi.

 

Lebih lanjut, laboratorium ini juga ditujukan untuk memperkuat pelaksanaan tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) melalui pendekatan sosial yang adaptif, prediktif, dan berbasis bukti (evidence-based policing).

“Laboratorium ini tidak hanya menjadi ruang eksperimen, tetapi juga wahana pembelajaran untuk membentuk karakter personel Polri yang unggul, adaptif, serta berorientasi pada pelayanan masyarakat,” tambahnya.

Sebagai bagian dari penguatan keilmuan, Polri juga mengembangkan jejaring Pusat Studi Kepolisian bersama perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Hingga saat ini, tercatat 15 perguruan tinggi dengan 30 Pusat Studi Kepolisian siap operasional, dan 17 perguruan tinggi telah menjalin kerja sama.

Secara keseluruhan, terdapat 47 Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan perguruan tinggi nasional serta 30 Pusat Studi Kepolisian yang menjadi bagian dari pengembangan ekosistem ilmu kepolisian.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement