Dalam bidang ekonomi dan moneter, keengganan Iran menggunakan dolar Amerika dalam transaksi, termasuk dalam pengelolaan Selat Hormuz, sedikit banyak mengikis dominasi dolar sebagai alat tukar global.
Sementara di bidang militer, Iran seperti memberikan “pelatihan” strategi perang kepada banyak negara, sekaligus mempromosikan kemampuan alat utama sistem persenjataan (alutsista) mereka. Melalui IRGC, Iran juga seolah memberi “kursus” tentang cara menghadapi kekuatan militer Amerika.
Iran yang “on fire” tampak menikmati situasi, sementara Amerika terlihat tidak sabar untuk segera mengakhiri perang melalui tawaran ceasefire.
Namun, pada berbagai kesempatan, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, menegaskan bahwa Iran sendirilah yang akan menentukan kapan perang berakhir.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.