Paus telah menjadi pembawa pesan kuat untuk perdamaian global sejak Mei lalu dan berulang kali menyerukan kepada pihak-pihak yang terlibat untuk melakukan negosiasi. Pada 1 Maret, ia menyampaikan "seruan tulus kepada semua pihak yang terlibat untuk memikul tanggung jawab moral menghentikan spiral kekerasan sebelum menjadi jurang yang tak terjembatani."
Pada Senin, ia menegaskan bahwa seruannya untuk menghentikan perang bukanlah pesan politis, melainkan keyakinan bahwa “pesan Injil tidak dimaksudkan untuk disalahgunakan seperti yang dilakukan beberapa orang."
"Saya akan terus berbicara lantang menentang perang, berupaya mempromosikan perdamaian, mempromosikan dialog, serta hubungan multilateral antarnegara untuk mencari solusi yang adil bagi masalah," katanya. "Terlalu banyak orang menderita di dunia saat ini. Terlalu banyak orang tak bersalah yang terbunuh. Dan saya pikir seseorang harus berdiri dan berkata, 'Ada cara yang lebih baik untuk melakukan ini.'"
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.