Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Terima SP3, Rismon Sianipar Buka-bukaan soal Tudingan Terima Uang Miliaran Rupiah

Ari Sandita Murti , Jurnalis-Rabu, 15 April 2026 |18:11 WIB
Terima SP3, Rismon Sianipar Buka-bukaan soal Tudingan Terima Uang Miliaran Rupiah
Terima SP3, Rismon Sianipar Buka-bukaan soal Tudingan Terima Uang Miliaran Rupiah
A
A
A

JAKARTA- Ahli Forensik, Rismon Sianipar membantah pernyataan kubu Roy Suryo Cs yang menudingnya menerima uang miliaran rupiah setelah meminta maaf dan mengaku salah pada mantan Presiden RI, Joko Widodo atau Jokowi. Bahkan, dia menantang Roy Suryo membuktikan keilmiahan tulisannya dalam buku Jokowi's White Paper.

"Saya ingin mengklarifikasi isu yang beredar di luar saya menerima uang miliaran, bahkan puluhan miliar, sampai disebut Rp50 miliar, itu saya tepis. Seluruh proses RJ ini inisiatif saya, berbasis riset yang saya lakukan," ujar Rimson pada wartawan di Mapolda Jaya, Rabu (15/4/2026).

Rismon sendiri yang mengakui kesalahan dan meminta maaf pada Jokowi sehingga secara logika pun tidak akan mungkin. Pasalnya, dia yang bersalah malah diberikan uang oleh orang yang memaafkan kesalahannya itu, seharusnya dialah yang memberikan ganti rugi pada Jokowi.

"Logikanya, saya yang meminta maaf lalu diberi maaf, masa saya malah diberi uang? Justru seharusnya saya yang memberikan ganti rugi pada Pak Joko Widodo, tetapi beliau tidak menuntut hal tersebut. Jadi tidak ada uang. Ini murni inisiatif saya, berkoordinasi dengan penyidik dan kuasa hukum," tuturnya.

Rismon menjabarkan, kaitannya buku Jokowi’s White Paper, sejatinya sebagai seorang peneliti, dia harus bersikap independen dan bebas dari bias. Maka, saat dia tahu penelitiannya itu salah, dia harus mengakuinya.

"Jika penelitian salah, kita harus siap mengakui. Saya menyoroti tulisan 49 halaman yang ditulis pak Roy Suryo, menurut saya, itu tidak ilmiah, tidak ada variabel, tidak ada metode, tidak ada pengukuran. Janganlah sesatkan publik pak Roy Suryo, jangan sampai publik disesatkan seolah anda itu menyatakan kebenaran," terangnya.

 

Oleh karena itu, dia menantang Roy Suryo untuk membuktikan keilmiahan tulisannya dalam buku tersebut. Dia meminta Roy Suryo memberikan tulisannya itu pada para ahli independen untuk memastikan apakah tulisannya itu ilmiah atau tidak.

"Jika ingin dibuktikan, silakan berikan pada para ahli independen, jangan hanya mengulang jargon 99,9 persen (palsu) tanpa verifikasi ilmiah. Kebenaran ilmiah harus dipertanggungjawabkan, bukan dipolitisasi, jangan sampai publik dibingungkan oleh informasi yang diulang-ulang tanpa dasar metodologi yang jelas," bebernya.

"Saya tantang selalu pihak sebelah, coba berikan 49 halaman ini pada para ahli lain yang independen, apakah ini ilmiah tulisannya Pak Roy Suryo atau apakah ini hanya politisi yang mengaku-aku peneliti, ini yang paling bahaya," pungkasnya.

(Fahmi Firdaus )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement