Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pembangunan Kereta Api Bakal Jadi Sejarah Penting bagi Papua

Arief Setyadi , Jurnalis-Kamis, 16 April 2026 |22:18 WIB
Pembangunan Kereta Api Bakal Jadi Sejarah Penting bagi Papua
Ilustrasi kereta api (Foto: Dok KAI)
A
A
A

JAKARTA - Wacana pembangunan kereta api di Tanah Papua mulai memasuki tahap awal setelah adanya pertemuan antara Gubernur Papua dengan pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) di Jakarta pada 14 April 2026. Rencana tersebut disebut akan dimulai dari jalur Sentani–Kota Jayapura.

Juru Bicara Gubernur Papua M. Rifai Darus, menyampaikan bahwa gagasan pembangunan infrastruktur transportasi modern seperti kereta api merupakan bagian dari visi besar untuk memperkuat konektivitas wilayah Papua. Visi tersebut sebelumnya juga telah disampaikan Gubernur Papua dalam masa kampanye.

Gagasan mengenai konektivitas besar di Papua bukanlah hal baru, melainkan bagian dari pemikiran para pemimpin Papua dari masa ke masa yang memiliki perhatian terhadap keterisolasian wilayah dan pembangunan daerah.

Menurutnya, langkah Gubernur Papua saat ini, Komjen Pol (Purn) Matius D. Fakhiri (MDF), merupakan kelanjutan dari gagasan para pendahulu. Di antaranya, Gubernur Barnabas Suebu yang pernah memasukkan ide kereta api dalam rencana pembangunan Papua, serta Almarhum Lukas Enembe yang mendorong pembangunan Jalan Lintas Papua sebagai fondasi konektivitas darat.

“Karena itu, apa yang dilakukan hari ini oleh Gubernur MDF sesungguhnya adalah melanjutkan mimpi para pendahulu, yang kemudian disesuaikan dengan kebutuhan zaman, perkembangan teknologi, serta kondisi kekinian Papua,” ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (16/4/2026).

Ia juga menegaskan dalam kepemimpinan, mimpi besar harus disertai langkah konkret agar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pada awal 2026, Presiden RI Prabowo Subianto dalam sebuah pertemuan dengan Direktur Utama PT KAI menyampaikan pandangan bahwa kehadiran kereta api kerap menjadi tanda lahirnya peradaban baru.

Presiden kemudian disebut menanyakan wilayah di luar Pulau Jawa yang memungkinkan untuk pembangunan jalur kereta api baru. Dalam kesempatan itu, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyebut Papua, dengan Jayapura sebagai titik awal.

Setelah itu, pada 14 April 2026, Gubernur Papua bersama tim pemerintah daerah melakukan pertemuan lanjutan dengan Dirut KAI beserta jajaran di Jakarta. Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan awal untuk memulai proses sesuai tahapan dan regulasi yang berlaku.

Rencana awal jalur yang dibahas adalah Sentani–Kota Jayapura sebagai tahap pertama pembangunan. Jika terealisasi, proyek ini diharapkan tidak hanya menghadirkan moda transportasi baru, tetapi juga membuka konektivitas wilayah, mempercepat mobilitas barang dan orang, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Papua.

Presiden Prabowo juga mengapresiasi atas perhatian terhadap pembangunan Papua, serta kepada PT KAI yang merespons gagasan tersebut. “Semoga langkah awal ini menjadi sejarah penting bagi masa depan Papua. Dari mimpi menuju rencana, dari rencana menuju peradaban baru Papua Cerah,” ujarnya.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement